Friday, March 8, 2013

TUJUAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

  SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS











Pengertian Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis (bahasa Inggris: Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini. 

Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari polusi.

Yang saya dapat harapkan dalam sistem informasi geografis ini adalah sebagai berikut :
  1. Saya dapat lebih mengenal lagi sistem informasi ini dan juga implementasinya.
  2. Dapat lebih mengenal software-softwarenya secara terperinci.
  3. Mungkin saya lebih mengharapkan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari tentunya.



SISTEM INFORMASI YANG TELAH DIBUAT

  SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS







  Sistem Informasi Yang Telah Dibuat.

  Sistem informasi yang telah saya buat hanya website selama kuliah di UG, karena pada saat 
  penulisan ilmiah saya membuat website tentang rental mobil jadi saya hanya membuat sistem 
  sistem informasi berbasis web saja. Waktu perkuliahan saya juga sedikit bisa membuat 
  pemprogaman seperti VB, QB, pascal, C++, Dll.

PROGRAM YANG TELAH DIPELAJARI

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

 



    Program Yang Telah Dipelajari 

    Pemprogaman yang telah saya pelajari selama saya menuntut ilmu di UG jurusan sistem informasi
    adalah Quick Basic, Visual Basic, Pascal, Cobol, C++, Java, SQL, dll, tetapi itu juga saya bisa
    hanya sekedar tahu pemprogamannya tanpa mendalaminya lebih. Namun saya lebih belajar untuk
    mempelajari pemprogaman  PHP, MySql dan HTML dengan Adobe Dreamweaver CS5 sebagai  
    alat untuk berinteraksi atau sebagai editor profesional untuk mendesain web secara visual.    
    Pemprogaman PHP yang saya ketahui hanya sedikit dan kebanyakan saya menggunakannya
    untuk mengkoneksi ke database MySql, karena pada saat penulisan ilmiah saya banyak
    menggunakan HTML dalam mendesain websitenya. Seperti mahasiswa pada umumnya yang
    ingin banyak tahu, saya juga ingin mempelajari bahasa pemprogaman lain seperti JAVA pastinya. 
                       

   
   

SISTEM INFORMASI DAN CAKUPANNYA

 SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS











A.  Pengertian Sistem Informasi.
      Sistem Informasi adalah Sebuah sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk 
      menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu organisasi.     

B.  Istilah Sistem Informasi
      Ini terdiri dari komputer, instruksi, fakta yang tersimpan, manusia dan prosedur.
      SI dapat dikategorikan dalam empat bagian:
  • Sistem Informasi Manajemen
  • Sistem Pendukung Keputusan
  • Sistem Informasi Eksekutif
  • Sistem Pemrosesan Transaksi


C. Tahapan-Tahapan Pengembangan Sistem Informasi
  • Daur Hidup Pengembangan Sistem.
  • Tahap investigasi sistem informasi.
  • Tahap analisis sistem informasi.
  • Tahap perancangan sistem informasi.
  • Tahap pembuatan sistem informasi.


D. Tahap Perencanaan Sistem Informasi
  • Permasalahan yang sebenarnya didefinisikan dan diidentifikasi secara rinci.
  • Pembangunan SI harus diarahkan pada peningkatan keunggulan kompetitf.
  • Perubahan aliran informasi akan terjadi secara besar-besaran didalam organisasi.
  • Implementasi teknologi komputer akan membawa dampak bagi tenaga kerja. 
E. Tahap Analisis Sistem Informasi 
     Menurut Mc. Leod terdapat 6 dimensi kelayakan
  • Kelayakan teknis
  • Pengembalian Teknis
  • Pengembalian Non-ekonomis
  • Hukum dan Etika
  • Operasional
  • Jadwal 
F. Faktor-Faktor Pemodelan Sistem Informasi 
  • Kelayakan organisasi
  • Memilih kelompok bisnis
  •  Melihat kemingkinan-kemungkinan
  • Tingkat kompetisi produk harus dapat dideteksi dengan baik
  •  Lingkungan operasional sistem
  •  Sistem harga 
G. Tahap Perancangan Sistem Informasi
     Hal-hal yang harus diperhatikan dalam tahap perancangan, antara lain:

  • Kebutuhan perusahaan.
  • Kebutuhan operator.
  • Kebutuhan pemakai.
  • Kebutuhan teknis. 
H. Tahap Penerapan Sistem Informasi
     Realisasi sistem pada tahap penerapan ini ditempuh dengan beberapa metode, antara lain: 

  • Paket Aplikasi 
  • Pengembangan oleh staf sendiri
  • Pengembangan yang dilakukan dengan kerjasama yang dilakukan dari pihak luar 
I. Tahap Evaluasi
    Pada tahap ini dilakukan uji coba sistem yang telah selesai disusun.proses uji coba ini diperlukan

    untuk memastikan bahwa sistem tersebut sudah benar.Tahapan proses uji coba, antara lain:
  • Mengecek alur sistem secara keseluruhan
  • Melakukan penelusuran pada sampel data
  • Pengecekan 
J. Tahap Penggunaan dan Pemeliharaan
  • Pada tahap ini sistem telah diuji coba dan dinyatakan lolos dapat mulai digunakan untuk menangani prosedur bisnis yang sesungguhnya.
  • Pemeliharaan sistem secara rutin dapat meliputi penataan ulang database, memback-up dan scanning virus. Sementara itu pemeliharaan juga termasuk melakukan penyesuaian-penyesuaian untuk menjaga kemutakhiran sistem. 
K. Komponen Fisik Sistem Informasi:

  • Perangkat keras komputer: CPU, Storage, perangkat Input/Output, Terminal untuk interaksi, Media komunikasi data
  • Perangkat lunak komputer: perangkat lunak sistem (sistem operasi dan utilitinya), perangkat   lunak umum aplikasi (bahasa pemrograman), perangkat lunak aplikasi (aplikasia kuntansi dll).
  • Basis data: penyimpanan data pada media penyimpan komputer.
  • Prosedur: langkah-langkah penggunaan sistem
  • Personil untuk pengelolaan operasi (SDM), meliputi:
          - Clerical personnel (untuk menangani transaksi dan pemrosesan data dan melakukan
           inquiry = operator);
          - First level manager: untuk mengelola pemrosesan data didukung dengan perencanaan,
           penjadwalan, identifikasi situasi out-of-control dan pengambilan keputusan level
           menengah ke bawah.
          - Staff specialist: digunakan untuk analisis untuk perencanaan dan pelaporan.
          - Management: untuk pembuatan laporan berkala, permintaan khsus, analisis khusus,
          laporan khsusus, pendukung identifikasi masalah dan peluang.
          Aplikasi = program + prosedur pengoperasian.

L. Hubungan Pengelola Dengan Sistem Informasi.
     Pengelola sistem informasi terorganisasi dalam suatu struktur manajemen. Oleh karena itu
     bentuk / jenis sistem informasi yang diperlukan sesuai dengan level manajemennya, adalah
  • Manajemen Level Atas: untuk perencanaan strategis, kebijakan dan pengambilan keputusan.
  • Manejemen Level Menengah: untuk perencanaan taktis.
  • Manejemen Level Bawah: untuk perencanan dan pengawasan operasi
  • Operator: untuk pemrosesan transaksi dan merespon permintaan.
     Untuk pengembangan sebuah sistem informasi diperlukan struktur manajemen organisasi
     personil.
     Strutktur dasarnya:
  • Direktur Sistem Informasi
  • Manajer Pengembangan Sistem
  • Analis Sistem
  • Programmer
  • Manejer Komputer dan Operasi.
  • Variasi struktur manajemen sangat tergantung pada Managerial Efficiency vs User Service.

M. Siklus Hidup Pengembangan Sistem Informasi SDLC (SYSTEM DEVELOPMENT LIFE
     CYCLES).
     Secara konseptual siklus pengembangan sebuah sistem informasi adalah sebagai berikut :
     1.  Analisis Sistem: menganalisis dan mendefinisikan masalah dan kemungkinan solusinya
     untuk sistem informasi dan proses organisasi.   
     2.  Perancangan Sistem: merancang output, input, struktur file, program, prosedur,
     perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukung sistem informasi
     3.  Pembangunan dan Testing Sistem: membangun perangkat lunak yang diperlukan untuk
     mendukung sistem dan melakukan testing secara akurat. Melakukan instalasi dan testing
     terhadap perangkat keras dan mengoperasikan perangkat lunak
     4.  Implementasi Sistem: beralih dari sistem lama ke sistem baru, melakukan pelatihan dan
     panduan seperlunya.
     5.  Operasi dan Perawatan: mendukung operasi sistem informasi dan melakukan perubahan
     atau tambahan fasilitas.
     6.  Evaluasi Sistem: mengevaluasi sejauih mana sistem telah dibangun dan seberapa bagus
     sistem telah dioperasikan.







    



















Wednesday, January 23, 2013

WBS (Work Breakdown Structure)



 WBS (Work Breakdown Structure)


      WBS adalah suatu metode pengorganisasian proyek menjadi struktur pelaporan hierarkis. WBS digunakan untuk melakukan Breakdown atau memecahkan tiap proses pekerjaan menjadi lebih detail. Hal ini dimaksudkan agar proses perencanaan proyek memiliki tingkat yang lebih baik.
WBS disusun bedasarkan dasar pembelajaran seluuuh dokumen proyek yang meliputi kontrak, gambar-gambar, dan spesifikasi. Proyek kemudian diuraikan menjadi bagian-bagian dengan mengikuti pola struktur dan hirarki tertentu menjadi item-item pekerjaan yang cukup terperinci, yang disebut sebagai Work Breakdown Structure.
Pada dasarnya WBS merupakan suatu daftar yang bersifat top down dan secara hirarkis menerangkan komponen-komponen yang harus dibangun dan pekerjaan yang berkaitan dengannya.

Model WBS memberikan beberapa keuntungan, antara lain :
• Memberikan daftar pekerjaan yang harus diselesaikan
• Memberikan dasar untuk mengestimasi, mengalokasikan sumber daya, menyusun jadwal, dan menghitung biaya
• Mendorong untuk mempertimbangkan secara lebih serius sebelum membangun suatu proyek . 

Manfaat WBS :
1.Untuk mempercepat proses penyelesaian suatu proyek
2.Mengetahui pencapaian apa saja yang diinginkan suatu proyek
3.Dapat merencanakan proyek kedepannya
Namun terdapat manfaat utama dari WBS, yaitu sebagai berikut :
  1. Analisa WBS yang melibatkan manajer fungsional dan personel yang lain dapat membantu meningkatkan akurasi dan kelangkapan pendefinisian proyek.
  2. Menjadi dasar anggaran dan penjadwalan.
  3. Menjadi alat control pelaksanaan proyek, karena panyyimpanan biaya dan jadwal paket kerja tertentu dapat dibandingkan dengan WBS.

Tujuan WBS :
1.Melengkapi komunikasi antar personal proyek
2.Menjaga konsistensi dalam pengendaliandan pelaporan proyek 
3.Cara efektif untuk melengkapi tugas manajemen

Setelah WBS berhasil disusun dan perkiraan lama waktu pelaksanaan telah dihitung, selanjutnya dilakukan penyusunan jadwal kerja. Pada dasarnya ada dua jenis model deskripsi penjadwalan, yaitu :
 Bar Chart : Yang hanya menerangkan flow time dari setiap pekerjaan dan tanpa keterkaitan antar pekerjaan. Deskripsi ini paling baik digunakan pada presentasi 
 Network diagram : Yang menunjukkan keterkaitan antar tugas dan mengidentifikasi saat kritis pada jadwal.



Ada empat macam bentuk dasar dari WBS yang biasa digunakan dalam
proses pembuatan aplikasi penggajian, yaitu :

1. Linear, merupakan struktur yang hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang berurut. Struktur ini menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurut menurut urutannya dan tidak diperbolehkan adanya percabangan. Tampilan yang dapat ditampilkan adalah satu halaman sebelumnya atau satu
halaman sesudahnya.

2. Hirarki. Struktur hirarki merupakan suatu struktur yang mengandalkan percabangan untuk menampilkan data berdasarkan kriteria tertentu. Tampilan pada menu pertama akan disebut sebagai Master Page atau halaman utama. Halaman utama ini akan mempunyai halaman percabangan yang dikatakan Slave Page atau halaman pendukung. Jika salah satu halaman pendukung diaktifkan, maka tampilan tersebut akan bernama Master Page, halaman utama kedua. Pada struktur penjejakan ini tidak diperkenankan adanya tampilan secara linear.

3. Non Linear. Pada struktur non linear diperkenankan membuat penjejakan bercabang. Percabangan ini berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki. Pada navigasi non linear walaupun terdapat percabangan tetapi tiap-tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama tidak ada pada master page dan slave page.

4. Campuran (Composite). Struktur penjejakan campuran merupakan gabungan dari ketiga struktur
sebelumnya.

Berdasarkan dari Penulisan Ilmiah yang saya buat yaitu Pembuatan website rental mobil,  saya melakukan langkah-langkah sebagai berikut : 


  • Didalam pembuatan website Rental mobil XYZ ini, hal yang pertama dilakukan adalah pengumpulan data mengenai berbagai macam jenis mobil dan informasi mengenai cara pembuatan website menggunakan Adobe Dreamweaver CS5. Untuk pengumpulan data penulis melakukan dengan cara studi pustaka.
  • Mendesain tampilan dan sturktur sistem yang akan di buat dengan menggunakan Adobe Dreamweaver CS5.
  • Menginput source code dan coding lalu menggunakan database MySql.
  • Implementasi, yaitu melakukan uji coba untuk mengetahui apakah program berjalan sesuai keiinginan atau tidak. Tentu awalnya di tes menggunakan browser seperti google chrome dan mozilla.























Pentingnya manajemen kontrol keamanan pada sistem





A. PENTINGNYA KONTROL
• untuk memastikan bahwa CBIS telah diimplementasikan seperti yang direncanakan, system beroperasi seperti yang dikehendaki, dan operasi tetap dalam keadaan aman dari penyalahgunaan atau gangguan.
• untuk memberi dukungan kepada manajer dalam mengontrol area operasinya.

B. TUGAS KONTROL CBIS

Mencakup semua fase siklus hidup, selama siklus hidup dibagi menjadi kontrol-kontrol yang berhubungan dengan pengembangan sistem, desain dan operasi
• Metode Untuk Mendapatkan dan Memelihara Kontrol CBIS
1. Manajemen dapat melakukan kontrol langsung
2. Manajemen mengontrol CBIS secara tidak langsung dengan terus menerus melalui CIO.
3. Manajemen mengontrol CBIS secara tidak langsung berkenaan dengan proyeknya melalui pihak ketiga

AREA PENGONTROLAN CBIS

KONTROL PROSES PENGEMBANGAN
Untuk memastikan bahwa CBIS yg diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan pemakai atau berjalan sesuai rencana harus menjalani tahapan/fase yang antara lain :
• Fase Perencanaan
Mendefinisikan tujuan dan kendala
• Fase Analisis & Disain

> Mengidentifikasi kebutuhan informasi


> Menentukan kriteria penampilan


> Menyusun disain dan standar operasi CBIS

• Fase Implementasi

> Mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima


> Memastikan apakah memenuhi criteria penampilan


> Menetapkan prosedur utk memelihara CBIS

• Fase Operasi & Kontrol

> Mengontrol CBIS selagi berevolusi selama fase SLC


> Memastikan bahwa CBIS yang diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan

Yang termasuk dalam kontrol proses pengembangan, yaitu :
1. Manajemen puncak menetapkan kontrol proyek secara keseluruhan selama fase perencanaan dengan cara membentuk komite MIS
2. Manajemen memberitahu pemakai mengenai orientasi CBIS
3. Manajemen menentukan kriteria penampilan yang digunakan dalam mengevaluasi operasi CBIS.
4. Manajemen dan bagian pelayanan informasi menyusun disain dan standar CBIS
5. Manajemen dan pelayanan informasi secara bersama-sama mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima
6. Manajemen melakukan peninjauan sebelum instalasi yang dilakukan tepat setelah penggantian dan secara berkala meninjau CBIS untuk memastikan apakah ia memenuhi kriteria penampilan.
7. Bagian pelayanan informasi menetapkan prosedur untuk memelihara dan memodifikasi CBIS dan prosedur yang disetujui oleh manajemen.

Keamanan Sistem

Keamanan Sistem mengacu pada perlindungan terhadap semua sumber daya informasi perusahaan dari ancaman oleh pihak-pihak yang tidak berwenang.

Tujuan-tujuan Keamanan dimaksudkan untuk mencapai 3 tujuan utama , yaitu :


1. Kerahasiaan, perusahaan berusaha melindungi data dan informasi dari orang-orang yang tidak berhak.


2. Ketersediaan, tujuan CBIS adalah menyediakan data dan informasi bagi mereka yang berwenang untuk menggunakannya.


3. Integritas, semua subsistem CBIS harus menyediakan gambaran akurat dari sistem fisik yang diwakilinya.



ANCAMAN KEAMANAN

1. Pengungkapan tidak sah dan pencurian
Jika database dan software tersedia bagi orangorang yang tidak berwenang untuk
mendapatkan aksesnya, hasilnya dapat berupa kehilangan informasi
2. Penggunaan tidak sah
Orang-orang yang biasanya tidak berhak menggunakan sumber daya perusahaan
3. Penghancuran tidak sah dan penolakan jasa Orang dapat merusak / menghancurkan
hardware dan software menyebabkan terhentinya operasi komputer perusahaan
4. Modifikasi tidak sah
5. Jenis modifikasi yang sangat mencemaskan disebabkan oleh sotware yang merusak
yang terdiri dari program lengkap/segmen kode yg melaksanakan fungsi yang tidak
dikehendaki pemilik system

Dasar untuk keamanan terhadap ancaman oleh orang-orang yang tidak berwenang adalah

pengendalian akses karena jika orang tidak berwenang ditolak aksesnya ke sumber daya
informasi, perusakan tidak dapat dilakukan.

PENGENDALIAN AKSES

1. Identifikasi pemakai (User Identification)
Pemakai mula-mula mengidentifikasi diri sendiri dengan menyediakan sesuatu yang
diketahuinya seperti kata sandi
2. Pembuktian keaslian pemakai (User Authentication)
Pemakai membuktikan haknya atas akses dengan menyediakan sesuatu yang
menunjukkan bahwa dialah orangnya, seperti tanda tangan
3. Otorisasi pemakai (User Authorization)
User Identification dan User Authentication menggunakan profil pemakai / penjelasan
mengenai pemakai yang berwenang User Authorization menggunakan file
pengendalian akses yang menentukan tingkat-tingkat akses yang tersedia untuk tiap
pemakai


Sumber referensi :http://i-chacha.blogspot.com/2010/11/pentingnya-manajemen-kontrol-keamanan.html

Friday, November 30, 2012

Middleware Telematika

Middleware Telematika




Middleware telematika adalah sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi (application layer) dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer-layer TCP/IP . Middleware sama aja dengan protokol. Protokol komunikasi middleware mendukung layanan komunikasi aras tinggi.


Tujuan Umum Middleware Telematikan
  1. Middleware adalah S/W penghubung yang berisi sekumpulan layanan yang memungkinkan beberapa proses dapat berjalan pada satu atau lebih mesin untuk saling berinteraksi pada suatu jaringan.
  2. Middleware sangat dibutuhkan untuk bermigrasi dari aplikasi mainframe ke aplikasi client/server dan juga untuk menyediakan komunikasi antar platform yang berbeda
  3. Middleware yang paling banyak dipublikasikan :                                                                           Open Software Foundation’s Distributed Computing Environment (DCE)                                   Object Management Group’s Common Object Request Broker Architecture (CORBA),                                  Microsoft’s COM/DCOM (Component Object Model)
Lingkungan Komputasi dari Middleware Telematika 

Lingkungan Komputasi : Suatu lingkungan di mana sistem komputer digunakan. Lingkungan komputasi dapat dikelompokkan menjadi empat jenis yaitu :
1.         Komputasi tradisional,
2.         Komputasi berbasis jaringan,
3.         Komputasi embedded,
4.         Komputasi grid.

Pada awalnya komputasi tradisional hanya meliputi penggunaan komputer meja ( desktop ) untuk pemakaian pribadi di kantor atau di rumah. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi maka komputasi tradisional sekarang sudah meliputi penggunaan teknologi jaringan yang diterapkan mulai dari desktop hingga sistem genggam. Perubahan yang begitu drastis ini membuat batas antara komputasi tradisional dan komputasi berbasis jaringan sudah tidak jelas lagi.

Kebutuhan Middleware

Software yang berfungsi sebagai lapisan konversi atau penerjemah yaitu :
  1. Software penghubung yang berisi sekumpulan layanan yang memungkinkan beberapa proses dapat berjalan pada satu atau lebih mesin untuk saling berinteraksi pada suatu jaringan juga sebagai integrator.
  2. Middleware saat ini dikembangkan untuk memungkinkan satu aplikasi berkomunikasi dengan lainnya walaupun berjalan pada platform yang berbeda.
Contoh Middleware 
  1. Java’s: Remote Procedure Call.
  2. Object Management Group’s: Common Object Request Broker Architecture(CORBA)
  3. Microsoft’s COM/DCOM (Component Object Model).
  4. Also .NET Remoting.

Manajemen data telematika

Manajemen data telematika merupakan istilah dari arsitektur mengacu pada desain sebuah aplikasi, atau dimana komponen yang membentuk suatu system yang ditempatkan dan bagaimana mereka berkomunikasi.

Karakteristik dari client server

1.Servis (layanan)
  • Hubungan antara proses yang berjalan pada mesin yang berbeda
  • Pemisahan fungsi berdasarkan ide layanannya.
  •  Server sebagai provider, client sebagai konsumen

2.Sharing resources (sumber daya)

  • Server bisa melayani beberapa client pada waktu yang sama, dan meregulasi akses bersama untuk share sumber daya dalam menjamin konsistensinya.

3.Asymmetrical protocol (protokol yang tidak simetris )

  • Many-to-one relationship antara client dan server.Client selalu menginisiasikan dialog melalui layanan permintaan, dan server menunggu secara pasif request dari client.

4.Transparansi lokasi
  • Proses yang dilakukan server boleh terletak pada mesin yang sama atau pada mesin yang berbeda melalui jaringan.Lokasi server harus mudah diakses dari client.

5.Mix-and-Match
  • Perbedaan server client platforms

6.Pesan berbasiskan komunikasi
  • Interaksi server dan client melalui pengiriman pesan yang menyertakan permintaan dan jawaban.

7.Pemisahan interface dan implementasi
  • Server bisa diupgrade tanpa mempengaruhi client selama interface pesan yang diterbitkan tidak berubah.

Manajemen data sisi-client

1. Mobile Applications

Route delivery management : Drivers mendapatkan data rute sehari-hari yang disinkronkan ke perangkat mobile.Handphone DMBS menyediakan toko data lokal pada perangkat dan data yang akan disinkronkan dengan
sumber data backend

Utilities consumption reading : Solusi menyediakan kemampuan untuk membaca Minyak, Air, Gas dan Listrik meter. Staf lapangan menggunakan Pocket PC untuk menangkap bacaan meteran dan perusahaan yang tertarik  dalam membuat aplikasi yang tersedia melalui ponsel pintar juga.

Mobile CRM : Handphone CRM menyediakan solusi CRM pada perangkat.Solusi biasanya mengintegrasikan ke aplikasi ERP lainnya. DBMS menyediakan penyimpanan data lokal dan sinkronisasi data (replikasi) Mekanisme replikasi bekerja melalui berbagai alat transportasi (misalnya WiFi, Bluetooth, GPRS, 3G, dll).

Sensor Database : Data yang dikumpulkan oleh perangkat sensor disimpan dalam DBMS lokal pada perangkat. Seperti mobile sistem DBMS harus beroperasi pada konfigurasi yang sangat terbatas (misalnya kekuasaan yang rendah, memori kecil, NVRAM). Perangkat sensor biasanya ditempatkan di lokasi terpencil dan dimonitor dari sebuah situs pusat. Memerlukan pemantauan data dari DBMSs individu untuk menjadi queried dan agregat. Jaringan Sensor DBMSs bentuk jaringan sensor yang DBMSs federasi queryable dari pusat situs.

2. Embedded Applications

Sebagian besar aplikasi mobile adalah aplikasi embedded dan biasanya mid-tier aplikasi yang embedded dan embedded menanamkan sebuah sistem database (cache) untuk  kinerja dan pengelolaan. . Juga, kebanyakan aplikasi low-end merupakan embedded, misalnya Microsoft Access. Ini  aplikasi diatur sendiri, self-host, dan sangat portabel.
Berikut adalah beberapa contoh aplikasi embedded database .

Desktop Media applications : Windows Vista home entertainment terintegrasi ke PC. Ini memberikan mudah dan cara yang ampuh untuk mengelola hiburan digital - foto, musik, TV, film, video, radio, dll SQL  CE DBMS digunakan sebagai embedded sistem database untuk menyimpan data media ini misalnya Informasi daftar TV disimpan.

Line of Business applications : aplikasi LOB Typical multi-tier adalah aplikasi dimana data di back-end sumber data cenderung authoritative Data di-cache di tengah-tier sebagai referensi data dan logika aplikasi  dijalankan di atasnya. Data referensi ini biasanya terintegrasi dari beberapa backend data / aplikasi sumber, ditransformasikan ke dalam format yang sesuai untuk logika aplikasi untuk memproses secara efisien, dan membawa dekat dengan aplikasi  pada pertengahan-tier

Stream processing :
 Dalam stream processing engine, data diproses seperti kedatangan data dan sebelum disimpan. Di memori sistem embedded DBMS dapat digunakan untuk stream processing engines.

Sistem Manajemen Database

Sistem manajemen database merupakan sistem berbasis komputer untuk mendefinisikan, membuat, memanipulasi, mengawasi, mengatur, dan menggunakan database. Sebuah database adalah kumpulan dari integrasi data yang terorganisir seperti byte, ruas, rekod, dan file. DBMS menggantikan sistem manajemen file lama dan dengan demikian meningkatkan integritas data dan kemandirian, serta mengurangi pemborosan data.